-
Menerapkan Akses Basis Data
-
Membuat berbagai operasi terhadap basis data
-
Data dapat disimpan/diubah ke dalam format basis data.
-
Informasi yang diinginkan dapat dihasilkan menggunakan query tersebut.
-
Indeks dipergunakan untuk mempercepat akses.
-
Membuat prosedur akses terhadap basis data
-
Library akses basis data dapat diterapkan.
-
Perintah akses data yang relevan dengan teknologi atau jenis baru data, diterapkan untuk mengakses data.
-
Membuat koneksi basis data
-
Teknologi koneksi yang sesuai dipilih.
-
Keamanan koneksi ditentukan.
-
Hak setiap pengguna ditentukan.
-
Menguji program basis data
-
Skenario pengujian disiapkan.
-
Logika pemrograman mengacu pada kinerja statement akses data yang akan dibaca.
-
Performansi mengacu pada kinerja statement akses data yang akan dibaca data diuji.
-
Mengimplementasikan Algoritma Pemrograman
-
Menjelaskan varian dan invarian
-
Tipe data telah dijelaskan sesuai kaidah pemrograman.
-
Variabel telah dijelaskan sesuai kaidah pemrograman.
-
Konstanta telah dijelaskan sesuai kaidah pemrograman.
-
Membuat alur logika pemrograman
-
Metode yang sesuai ditentukan.
-
Komponen yang dibutuhkan ditentukan.
-
Relasi antar komponen ditetapkan.
-
Alur mulai dan selesai ditetapkan.
-
Menerapkan teknik dasar algoritma umum
-
Algoritma untuk sorting dibuat.
-
Algoritma untuk searching dibuat.
-
Menggunakan prosedur dan fungsi
-
Konsep penggunaan kembali prosedur dan fungsi dapat diidentifikasi.
-
Prosedur dapat digunakan.
-
Fungsi dapat digunakan.
-
Mengidentifikasikan kompleksitas algoritma
-
Kompleksitas waktu algoritma diidentifikasi.
-
Kompleksitas penggunaan memory algoritma diidentifikasi.
-
Menggunakan Struktur Data
-
Melakukan Debugging
-
Mengimplementasikan Rancangan Entitas dan Keterkaitan Antar Entitas
-
Menganalisis Dampak Perubahan Terhadap Aplikasi
-
Analisis permintaan perubahan
-
Hasil akhir perubahan pada aplikasi diidentifikasi.
-
Perbandingan perbedaan hasil akhir perubahan dengan kondisi existing dibuat.
-
Analisis komponen, modul yang perlu dimodifikasi
-
Analisis kelayakan atau ketidaklayakan komponen modul existing untuk dimodifikasi dilakukan.
-
Komponen dan modul yang perlu dimodifikasi untuk memfasilitasi perubahan diidentifikasi.
-
Analisis dampak perubahan dan efek samping perubahan
-
Dampak waktu dan jumlah orang untuk melakukan perubahan diidentifikasi.
-
Efek samping perubahan terhadap aplikasi diidentifikasi.
-
Melakukan Pembaharuan Perangkat Lunak
-
Menganalisis diferensiasi perangkat lunak yang terbaru dengan yang existing
-
Diferensiasi perangkat lunak diidentifikasikan.
-
Mekanisme pengaplikasian diferensiasi dirancang.
-
Membuat program perangkat lunak penambahan diferensiasi
-
Program pertambahan diferensiasi dibuat.
-
Program pertambahan diaplikasikan pada perangkat lunak.
-
Membuat pogram perangkat lunak penambahan diferensiasi
-
Menggunakan SQL
-
Mempersiapkan perangkat lunak aplikasi data deskripsi/SQL.
-
Perangkat lunak aplikasi SQL telah dipasang.
-
Perangkat lunak aplikasi SQL dijalankan.
-
Menggunakan fitur aplikasi SQL.
-
Fitur pengolahan DML diidentifikasikan.
-
Fitur pengolahan DML dieksekusi sesuai kebutuhan.
-
Mengisi tabel.
-
Tabel diisi data menggunakan perintah DML.
-
Indeks dibangkitkan.
-
View tabel dibentuk sesuai kebutuhan.
-
Melakukan operasi relasional.
-
Fitur pengolahan DML diidentifikasikan.
-
Perintah DML dipergunakan untuk manipulasi antar tabel.
-
Perintah DML dipergunakan untuk manipulasi antar-view.
-
Perintah DML ditulis secara efisien.
-
Membuat stored procedure.
-
Stored Procedure dibuat dengan perintah SQL.
-
Membuat function.
-
Function dibuat dengan perintah SQL.
-
Perintah SQL pada function ditulis secara efisien.
-
Membuat trigger.
-
Trigger didefinisikan dengan perintah SQL.
-
Kesesuaian hasil trigger diuji.
-
Melakukan perintah commit dan rollback.
-
Perubahan data dengan perintah commit dilakukan.
-
Pembatalan penulisan data dilakukan dengan rollback.
-
Melakukan identifikasi library, komponen atau framework yang diperlukan
-
Menganalisis library, komponen, atau framework yang sesuai dengan konteks
-
Ruang lingkup kebutuhan akan library, komponen atau framework diidentifikasikan sesuai lingkungan pengembangan
-
Keuntungan penggunaan dibandingkan dengan mengembangkan sendiri diidentifikasikan
-
Membuat proof of concept library, komponen atau framework berdasarkan konteks kebutuhan
-
Fitur-fitur terkait penggunaan library, komponen atau framework versi sederhana dibuat
-
Manfaat penggunaan didemostrasikan
-
Merancang integrasi dan batasan penggunaan library, komponen atau framework
-
Rencana integrasi ditentukan
-
Limitasi diidentifikasikan
-
Menerapkan Standar-Standar Keamanan Informasi yang Berlaku
-
Mengevaluasi komponen pokok standar keamanan untuk menentukan apakah bisa diaplikasikan secara efektif untuk kebutuhan organisasi
-
Daftar komponen pokok standar keamanan untuk kebutuhan organisasi disusun.
-
Rekomendasi hasil analisa standar keamanan untuk kebutuhan strategis organisasi dibuat.
-
Menganalisa skema akses berbasis peran/tanggung jawab/jabatan untuk implementasi keamanan informasi
-
Rincian pekerjaan untuk setiap peran/jabatan dalam organisasi dan akuntabilitas informasi untuk masing-masing peran/jabatan tersebut diidentifikasi.
-
Prosedur tentang tugas dan tanggungjawab yang terkait dengan keamanan sistem informasi dibuat.
-
Menganalisis dan memilih referensi standar keamanan dalam tingkatan strategis
-
Risiko sistem informasi, analisa dampak bisnis dan rencana mitigasi disusun.
-
Referensi untuk pembuatan kebijakan dan prosedur keamanan informasi diseleksi
-
Mengidentifikasi standar keamanan informasi (seperti SNI ISO 27001, COBIT, dll)
-
Referensi standar keamanan informasi diidentifikasi.
-
Prioritas penerapan standar keamanan informasi organisasi disetujui oleh pimpinan organisasi.
-
Menganalisis tools
-
Melakukan pemantauan resource yang digunakan aplikasi
-
Menerapkan code review
-
Mengevaluasi kesesuaian kode dengan spesifikasinya
-
Kesesuaian kode dengan ketentuan yang ada diidentifikasi.
-
Ketidak-sesuaian kode dengan ketentuan diidentifikasi.
-
Memperbaiki kode sesuai dengan coding guidelines dan best practices
-
Kode yang tidak sesuai coding-guideline diperbaiki tanpa berubah spesifikasinya.
-
Kode yang tidak menerapkan best practices diperbaiki.
-
Membuat pengecualian penulisan kode terhadap coding guidelines
-
Kode yang memang sebaiknya tidak perlu sesuai coding-guideline diidentifikasi
-
Komentar yang menjelaskan kode pengecualian ditulis.
-
Memperbaiki kode sesuai dengan codingguidelines dan bestpractices
-
Membuat pengecualian penulisan kode terhadap codingguidelines
-
Melaksanakan konfigurasi perangkat lunak sesuai environment (development, staging, production)